Berniat Memaafkan Malah Dimanfaatkan Yaitu Sepenggal Dongeng Kelam Nainggolan Dengan Sang Ayah

Radja Nainggolan, saya yakin Bung pecinta si kulit bulat niscaya mengetahui pemain asal Belgia yang mempunyai darah Batak ini. Dibalik nama besarnya di benua biru alasannya yakni posisinya sebagai gelandang tangguh yang sekarang membela AS Roma, tidak berarti tak ada dongeng kelam ihwal dirinya ketika muda.


Terlahir dari sang ibu berjulukan Lizy Bogaerts, seorang Belgia beretnis Flandria, dan sang ayah, Marianus Nainggolan, orang Indonesia yang berasal dari suku Batak, Nainggolan pun menceritakan sisi kelam hidupnya semasa dulu ketika ditinggal sang ayah semenjak kecil. Keluarganya terlilit banyak hutang, dan Lizy pun harus mengambil alih tugas untuk mencari nafkah. Pahitnya lagi, ia pernah hidup sebulan tanpa listrik.


Sisi kelam Nainggolan mungkin yang menciptakan dirinya menjadi langsung yang tangguh. Meskipun pada tahun 2006 silam ia sempat putus asa dan tak mau pergi ke Italia. Saat itu pemain berambut mohawk ini digaji sebesar 1.400 euro. Ia pun selalu menyisihkan 500 euro untuk ibunya, sebelum sang ibunda meninggal di tahun 2010.


Pahitnya ditinggal ayah semenjak kecil yang pergi entah ke mana, kemudian sang ibunda yang tak ada lagi disisinya, membuatnya ingin menemui ayahnya pada tahun 2014 dengan berkunjung ke Indonesia. Radja mencari ayahnya dan mencoba untuk memaafkan perlakuan ayahnya yang semenjak dulu meninggalkan dia, abang perempuannya, dan sang ibunda. Akan tetapi, perlakuan yang tak sopan malah ditemukannya.


“Saya pulang ke Indonesia empat tahun lalu. Saya ingin memperlihatkan ayah kesempatan sekali lagi. Saya ingin dapat memaafkannya. Tapi ia mengabaikan saya dan malah meminta uang kepada saya,” pungkasnya dikutip dari VTM.


 


Belum ada Komentar untuk "Berniat Memaafkan Malah Dimanfaatkan Yaitu Sepenggal Dongeng Kelam Nainggolan Dengan Sang Ayah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel